Pengunjung Wisata Alam Zahara Terjebak Banjir di Polman
Pengunjung Wisata Alam Zahara Terjebak Banjir di Polman
Wisata Alam Zahara, destinasi favorit di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mendadak viral di media sosial. Sebuah insiden terjadi ketika situs bola online sejumlah pengunjung terjebak banjir mendadak dari sungai yang melintasi kawasan wisata ini. Video dan foto-foto yang tersebar menunjukkan air sungai meluap secara tiba-tiba, membanjiri area trekking dan spot foto populer.
Menurut keterangan saksi, hujan deras yang mengguyur hulu sungai beberapa jam sebelumnya memicu banjir mendadak. Pengunjung yang sedang menikmati panorama alam tidak sempat menyelamatkan diri secara cepat. Beruntung, tim keamanan dan warga sekitar segera membantu mengevakuasi mereka ke lokasi aman.
Upaya Penyelamatan dan Evakuasi
Petugas keamanan wisata setempat bergerak cepat begitu air mulai naik. Mereka menggunakan perahu karet dan tali pengaman untuk membantu link slot depo 10k pengunjung menyeberangi jalur yang terdampak banjir. Dalam beberapa jam, seluruh pengunjung berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa.
Kepala pengelola Wisata Alam Zahara, Andi Rahmat, menegaskan, “Keselamatan pengunjung adalah prioritas utama. Kami telah memandu evakuasi dan bekerja sama dengan pihak kepolisian serta BPBD Polman untuk mengatasi situasi.”
Saksi mata menambahkan, banjir datang dengan cepat, sehingga sebagian pengunjung hanya sempat menyelamatkan barang-barang penting. Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke kawasan rawan hujan dan sungai deras.
Penyebab Banjir Mendadak
Banjir mendadak di Polman bukan pertama kali terjadi. Pakar lingkungan menyoroti curah hujan tinggi dan kondisi hulu sungai yang rawan erosi sebagai penyebab utama. Aliran sungai yang sempit dan kurangnya tanggul penahan air mempercepat luapan ketika hujan deras mengguyur wilayah hulu.
Selain itu, aktivitas manusia di sekitar kawasan hulu, seperti penebangan pohon dan pembangunan tanpa perhitungan ekologis, turut memperburuk risiko banjir. Pakar hidrologi dari Universitas Hasanuddin menyarankan pemerintah setempat meningkatkan pengawasan terhadap aliran sungai dan memperkuat sistem peringatan dini.
Dampak dan Respons Masyarakat
Insiden ini memicu keprihatinan masyarakat luas. Banyak pengunjung membagikan pengalaman mereka di media sosial, sehingga topik ini menjadi viral. Reaksi publik beragam, mulai dari apresiasi terhadap upaya penyelamatan hingga kritik terhadap pengelolaan kawasan wisata yang dianggap kurang siap menghadapi bencana alam.
Pemerintah Kabupaten Polman segera meninjau kondisi lokasi pasca-banjir. BPBD setempat menegaskan kesiapan menambah posko darurat dan memperketat protokol keselamatan bagi pengunjung. Sementara itu, pengelola Wisata Alam Zahara berencana memasang rambu peringatan dan alarm banjir untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Tips Aman Berwisata di Kawasan Sungai
Kejadian ini menjadi pelajaran bagi wisatawan. Sebelum berkunjung ke wisata alam berbasis sungai, pengunjung disarankan memeriksa prakiraan cuaca, membawa peralatan darurat, dan mengikuti petunjuk keselamatan dari pengelola. Selalu waspada terhadap tanda-tanda hujan di hulu dan pergerakan air sungai yang tidak biasa.
Kesadaran pengunjung dan kesiapan pengelola dapat meminimalkan risiko ketika menghadapi bencana alam mendadak. Wisata alam tetap menarik, tetapi keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak.
