Hoaks Demo DPR Viral di Medsos: Polisi Tegaskan Jangan Terprovokasi, Bijaklah dalam Menyikapi Informasi
Hoaks Demo DPR Viral di Medsos: Polisi Tegaskan Jangan Terprovokasi, Bijaklah dalam Menyikapi Informasi – Jakarta – Ajakan untuk melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI kembali marak beredar di berbagai platform media sosial. Mulai dari video konvoi massa dengan narasi provokatif hingga ajakan tertulis yang menargetkan partisipasi pelajar, semuanya berseliweran dengan cepat di linimasa pengguna.
Menanggapi fenomena ini, Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya) angkat bicara. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum tentu kebenarannya serta bijak dalam menyaring setiap konten yang diterima .
“Jangan terprovokasi oleh berita negatif. Bijaklah dalam menerima informasi dan tetap jaga persatuan,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, dalam keterangan resmi yang dirilis beberapa waktu lalu .
Beredar Video Hoaks dengan Konteks yang Salah
Salah satu konten yang paling viral dan menghebohkan adalah sebuah video pendek berdurasi beberapa detik yang memperlihatkan iring-iringan konvoi massa dalam jumlah besar . Dalam unggahan tersebut, narasi yang disematkan mengklaim bahwa massa tersebut sedang bergerak menuju Gedung DPR RI untuk menuntut pembubaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menangkap pihak-pihak tertentu .
Namun, setelah dilakukan penelusuran fakta oleh Tim Jalahoaks serta mahjong slot TurnBackHoax (Mafindo), klaim dalam video tersebut terbukti sebagai kontak menyesatkan (misleading content) .
Hasil pencarian gambar terbalik (reverse image search) menemukan bahwa video tersebut identik dengan unggahan kanal YouTube Kompas TV Jember yang tayang pada Mei 2025 . Ironisnya, konteks video tersebut sama sekali berbeda. Video itu adalah dokumentasi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Jember, Jawa Timur. Saat itu, mereka menuju Kantor Pemerintahan Kabupaten Jember untuk menyampaikan tuntutan terkait penyesuaian tarif yang dinilai merugikan .
Jadi, tidak ada hubungannya antara video kuno tersebut dengan isu demonstrasi penolakan MBG atau aksi di Jakarta .
Imbauan Spesifik: Lindungi Generasi Muda dari Provokasi
Yang menjadi perhatian serius aparat adalah maraknya ajakan di media sosial yang secara spesifik menyasar para pelajar. Beberapa unggulan bahkan menyebut nama sekolah tertentu dan mengajak para siswa untuk “bergerak ke Jakarta ikut demo” .
Menanggapi hal ini, Polda Metro Jaya mengambil langkah preventif dengan mengamankan ratusan pelajar yang kedapatan dalam perjalanan menuju lokasi aksi.
“Kami telah mengamankan sebanyak 276 pelajar yang diduga hendak mengikuti aksi demo. Ada yang dari Indramayu, Cirebon, Purwakarta, hingga Bekasi. Mereka datang menggunakan kendaraan umum dan kereta,” ungkap Kombes Ade Ary .
Pihak kepolisian menegaskan bahwa langkah tersebut diambil bukan untuk membatasi hak bersuara, melainkan untuk melindungi generasi muda dari eksploitasi politik. “Anak-anak ini tugasnya adalah belajar. Kasihan mereka jika terprovokasi dan terlibat hal-hal yang justru merugikan masa depan mereka sendiri,” tegasnya .
Imbauan Humanis untuk Para Pendemo
Meskipun waspada terhadap potensi hoaks dan provokasi, Kepolisian tetap berkomitmen untuk mengayomi jalannya aksi demonstrasi yang sah. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan ribuan personel gabungan (Polri, TNI, dan Pemda DKI) yang tidak dibekali senjata api untuk mengamankan aksi .
Polisi mengimbau masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dengan tetap menjaga ketertiban.
“Silakan menyampaikan pendapat, tetapi tetap dalam koridor hukum. Jangan bonus new member membakar ban, merusak fasilitas umum, atau menutup akses lalu lintas. Kami hadir untuk memastikan semuanya berjalan dengan aman dan kondusif,” ujar Kombes Susatyo .
Bijak di Medsos: Literasi Digital Sebagai Tameng
Kasus viralnya video “Demo Bubarkan MBG” hanyalah satu dari sekian banyak contoh bagaimana media sosial dapat dengan mudah dimanfaatkan untuk menyebarkan disinformasi. Praktik menggunakan video lama atau gambar dari peristiwa yang berbeda untuk membangun narasi baru yang provokatif adalah modus yang sering terjadi .
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi. Berikut adalah langkah sederhana yang bisa dilakukan:
-
Cek Sumbernya: Apakah akun yang mengunggah terpercaya?
-
Cek Tanggalnya: Apakah peristiwa benar-benar terjadi baru-baru ini?
-
Cek Fakta: Gunakan situs pemeriksa fakta seperti TurnBackHoax atau Jalahoaks.
Penutup
Pesan utama yang ingin disampaikan aparat keamanan kepada publik adalah ketenangan. Jangan biarkan ruang digital kita dipenuhi kebencian dan informasi yang memecah belah. Polisi berkomitmen untuk menjaga keamanan, namun masyarakat juga memiliki peran untuk menjaga kedamaian di dunia maya.