Hasan Nasbi soal Sindiran antar Menteri Terkait Bencana Sumatra: Fokus pada Solusi, Bukan Saling Menyalahkan
Jakarta – Pasca terjadinya bencana Sumatera, sejumlah menteri sempat bersitegang dan saling sindir.
Hal ini dimulai dari Menteri koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar Alias Cak Imin, yang mengaku berkirim surat ke koleganya di Kabinet Merah Putih (KMP).
Baca Juga: Pantai Utara Tanggerang Diduga Tercemar Limbah Minyak Kapal, Dinas Lingkungan Hidup Bergerak
Surat itu ditujukan kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Lingkungan hidup Hanif Faisol Nurrofiq.
Terkait hal ini, mantan kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Hasbi mengajak seluruh pihak untuk tidak terburu-buru menyimpulkan akar masalah bencana suamtera, termasuk sindiran kepada pejabat menteri yang baru setahun menjabat.
Hasan mengingatkan, kesalahan dalam penanganan lingkungan atau banjir tidak boleh langsung diarahkan kepada salah satu menteri. Apalagi menteri tersebut baru menjabat sekitar satu tahun lalu.
Ditelusuri Akar Masalah
Hasan mempertanyakan apakah kesalahan tersebut sebenarnya sudah berlangsung selama puluhan tahun, apakah 50 tahun, 40 tahun, atau 30 tahun. Menurutnya hal inilah.
Yang harus ditelusuri untuk memastikan apakah benar telah terjadi kesalahan pada masa tersebut.
Ajakan dari Cak Imin
Sebelumnya bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di berbagai wilayah Sumatra tampaknya menyentil hati Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar.
Terlebih isu pembalakan liar alias ilegal logging menjadi sorotan publik, dianggap pemicu atas bencana yang terjadi. Tumpukan kayu yang terseret derasnya banjir pun diyakini mencurigakan, apakah hasil penebangan resmi atau pun melanggar hukum.
“Dari sejak kita berfikir, melangkah dan berbuat. Kiamat bukan sudah dekat, Kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri,” ucapnya.
Ketum PKB Ini melanjutkan, bencana yang terjadi di siklus akhir tahun tak boleh lagi terulang.
“Itu kebijakan-kebijakan dalam tanda petik evaluasi dan tobat, agar kini siklus tahunan ya di musim-musim bulan November-Desember ini harus dievaluasi total sehingga November nanti tidak terjadi lagi,”tuturnya.
Respon Menhut Raja Juli
Ajakan Tobat nasuha ini pun dianggapi langsung, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Nisahya, kepada wartawan dirinya mengaku dikirimi pesan singkat permohonan maaf dari Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar Alias Cak Imin.
“Saya Alhamdulillah sudah mendapat WA dari Pak, Gus Imin, beliau mengatakan minta maaf kepada saya. Mengatakan bahwa bukan itu maksudnya,”,kata Raja dalam rapat dengan komisi IV DPR, Kamis (4/12/2025)
Raja Juli mengaku menerima maaf dari Cak Imin. Dia menilai, Cak Imin tidak memiliki niat tertentu untuk membuat pernyataan tersebut.
“Beliau secara Gentle saya kira minta maaf. Dan saya kira, saya terima ,maaf beliau karena memang bukan itu maksud beliau. Beliau mengatakan demikian kepada saya,”ungkapnya.
Bahlil Ajak Balik Cak Imin Tobat Nasuha
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga merespons ajakan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia Muhaimin Iskandar alias Cak Imin untuk tobat Nasuha, terkait banjir banjir bandang Sumatra.
Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan, semua pihak harus saling mengevaluasi diri. Bahlil menegaskan sebagai anggota kabinet, dirinya hanya dapat mengikuti pemerintah dan arahan Presiden Prabowo Subianto.